Penerbitan Buku

Kelompok ini mencakup kegiatan penerbitan buku dalam bentuk cetak, elektronik (CD, CD-ROM, DVD dan lain-lain), audio atau pada internet. Kegiatan usahanya meliputi penerbitan buku, brosur, leaflet dan publikasi sejenis, termasuk penerbitan kamus dan ensiklopedia, penerbitan atlas, peta dan grafik, penerbitan buku dalam bentuk audio dan penerbitan ensiklopedia dan lain-lain dalam CD-ROM dan publikasi lainnya. Termasuk penerbitan elektroniknya.

Buku Ajar Industri Pariwisata (Peran aktif pariwisata untuk indonesia 2045)

Pada masa kini, pariwisata dianggap suatu kegiatan yang menjanjikan keuntungan, sehingga membangunkan keinginan berbagai pihak untuk mengetahui, mempelajarinya. Maka, buku ini hadir untuk mengembangkan wawasan berpikir mahasiswa terhadap kepariwisataan dewasa ini.

Buku Ajar Industri Pariwisata (Peran Aktif Pariwisata untuk Indonesia 2045) merupakan bahan ajar yang lengkap dan sesuai dengan Rencana Perkuliahan Standar. Buku ini berisi tentang pengertian pariwisata dan istilah lainnya, pariwisata dan bisnis, memaparkan kontribusi pariwisata terhadap kegiatan ekonomi, cara mengkorelasikan permintaan dan penawaran, organisasi-organisasi dalam dunia pariwisata, pemilihan investasi yang tepat, dan langkah membangun pariwisata berkelanjutan.

Buku Ajar Industri Pariwisata (Peran Aktif Pariwisata untuk Indonesia 2045) ini berisikan bahan ajar kepariwisataan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lingkungan Universitas Mahendradatta.

Judul: Buku ajar industri pariwisata peran aktif pariwisata untuk Indonesia 2045
Penerbit: Universitas Mahendradatta
Pengarang: penulis, Mardiki Supriadi , Sisca Wulandari, Abdussalam ; editor, Husnu Mufid ; penyunting, Husnu Mufid
Tahun: 2019
Received: –
Seri: –
ISBN: 978-602-14247-6-6
Website: www.universitasmahendradatta.ac.id
Email: wirawedha@gmail.com

 [Download Buku]

Buku Ajar Anti Korupsi (Mewujudkan Mahasiswa Sebagai Agent Of Change)

BUDAYA TIDAK JUJUR SEBAGAI MUARA PERILAKU KORUPSI

Korupsi sesungguhya hanya bagian hilirnya saja, muaranya sendiri merupakan perilaku tidak jujur (Abidin, Z., & Siswadi, G. P, 2015). Bisa dibayangkan, walaupun seseorang memiliki kesempatan dan kedudukan jika mereka berperilaku jujur maka mereka tidak akan mencari keuntungan pribadi atau kelompok dengan cara menyimpang.

Di Indonesia, ketidakjujuran telah merebak di mana-mana. Banyak contohnya, seperti ketika Ujian Nasional. Demi anak, orangtua ikut sibuk mencari bocoran soal juga menyogok. Ada bocoran pasti ada yang membocorkan. Ada yang menyogok pasti ada yang disogok. Tragisnya kasus di pendidikan, orang yang disogok tersebut adalah orang-orang yang harusnya menegakkan kejujuran. Perilaku menyontek apabila dilakukan sejak kecil tentu saja dapat berlangsung dalam bentuk lain di masa berikutnya termasuk perilaku koruptif.

Kita pun tahu bahwa untuk diterima dalam suatu pekerjaan banyak yang melakukan penyogokan. Suatu kejadian yang sering menjadi buah bibir masyarakat yaitu ketika dibukanya penerimaan CPNS. Walaupun pemerintah sudah semakin memperketat persyaratan dan pengawasan, dalam persepsi masyarakat tetap saja ada pandangan bahwa tanpa “nyogok” tidak mungkin seseorang bisa menjadi PNS. Konon, suatu sogokan yang diberikan sangat besar bahkan melebihi jumlah gaji yang akan diterima selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Besarnya sogokan pada akhirnya harus ditutupi dengan ketidakjujuran baru yaitu korupsi selama masa jabatan. Sungguh miris!

Urusan korupsi ini ternyata sudah ada hitungan matematisnya. Uang yang dikorupsi harus lebih besar daripada biaya kalau tertangkap. Hal tersebut untuk membayar ketidakjujuran penegak hukum, biaya hidup di “hotel”, dan biaya keluarga yang ditinggalkan. Hebatnya lagi, uang korupsi tersebut digunakan pula oleh si pelaku untuk naik haji atau membangun tempat peribadatan. Karena hitungan matematisnya berupa uang, maka urusan malu sudah tidak diperhitungkan lagi. Beberapa kasus menunjukkan bahwa korupsi bisa dilakukan bahu-membahu oleh satu keluarga.

Sebagai sesuatu yang muncul ke permukaan, ketidakujuran ini bisa jadi telah menjadi nilai hidup masyarakat banyak. Jika mau mengingat kasus Saimi, seorang ibu yang melaporkan kecurangan ujian negara pada tahun 2012. Beliau justru diusir dari wilayahnya, dimusuhi oleh pihak sekolah, guru anaknya, tetangga, dan orang tua murid lainnya. Karena hal tersebut sudah menjadi suatu hal yang tidak tabu lagi, banyak yang berkata, “ jangan melawan arus, nanti kamu sendiri yang tergerus”. Kasus tersebut menunjukkan bahwa melawan korupsi bukan hanya melelahkan tetapi juga membahayakan. Sikap hidup dan pembiaran oleh masyarakat menunjukkan bahwa jangan-jangan ketidakjujuran itu sudah menjadi budaya.

Bukan hanya budaya, agama pun yang menjadi pedoman hidup ternyata tidak berdaya. Masih ingatkah dengan kasus Nazarudin? Ketika ditangkap ternyata dia sedang berpuasa. Ketika berpuasa, seseorang seharusnya takut berbuat negatif. Realitasnya keberadaan Tuhan ini selalu sebatas pada saat ibadah bersifat ritual tetapi untuk hal lain seperti harus jujur atau tidak korupsi, Tuhan seperti dianggap “absen dari pengawasan”.

Judul: Buku ajar anti korupsi mewujudkan mahasiswa untuk menjadi the agent of change
Penerbit: Universitas Mahendradatta
Pengarang: penulis, Mardiki Supriadi…[et al.]
Tahun: 2019
Received: –
Seri: –
ISBN: 978-602-14247-5-9
Website: www.universitasmahendradatta.ac.id
Email: wirawedha@gmail.com

 [Download Buku]

Buku Panduan Ekstrakurikuler Robotika

Era globalisasi menuntut kita untuk memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir serta berkreasi agar dapat beradaptasi dengan perkembangan informasi (IT) dan perkembangan teknologi yang cepat.

Kegiatan ekstrakurikuler  adalah kegiatan yang dilakukan siswa sekolah atau Universitas, di luar jam belajar kurikulum standar atau utama dipilih oleh siswa sesuai minat dan bakat sehingga tidak hanya memfokuskan pada pengembangan pengetahuan ilmiah dan teoritis saja. Salah satu ekstrakurikuler  yang diselenggarakan di sekolah yakni Robotik. Kegiatan robotik dapat dilakukan di jenjang TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK  sampai dengan perguruan tinggi.

Di Indonesia sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri pada kegiatan robotik, disisi lain ada juga sekolah yang memasukan kegiatan robotik di dalam mata pelajaran tersendiri.

Meski animo siswa cukup tinggi, sampai saat ini pelatihan membuat robot justru masih tidak tersentuh di sekolah – sekolah formal. Negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Eropa, kegiatan merakit robot ini tidak lagi menjadi kegiatan di luar sekolah, namun telah dimasukkan dalam kurikulum pengajaran.

Akhir kata, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca. Selamat Belajar Robotika!

Judul: Panduan ekstrakulikuler robotik : robot pengikut cahaya
Penerbit: Oksana Publishing
Pengarang: Mardiki Supriadi
Tahun: 2014
Received: –
Seri: –
ISBN: 978-602-70403-0-4
Website: –
Email: penerbit.oksana@gmail.com

 [ Download Buku]